Desain ponsel ini sukses membuat saya jatuh cinta saat pertama kali melihatnya. Sekilas, ia tampak seperti iPhone 6+ (sampai-sampai banyak orang yang salah sangka mengira saya sedang menenteng iPhone hahaha) dengan kaca warna hitam di bagian depan dan kelir abu-abu yang menyerupai Space Grey iPhone di belakang. Kualitas bahan plastik yang mengelilingi bodinya biasa saja, tetapi tidak terkesan ringkih.
Saya menyukai satu bagian dari M2 Note ini, yaitu tombol mBack. Tombol ini menyerupai tombol home yang biasanya disematkan pada ponsel-ponsel Samsung, namun sebenarnya berbeda. mBack menyatukan fungsi home dengan back, jika ditekan maka berfungsi sebagai tombol home dan jika disentuh menjadi tombol back. Desain mBack ini juga sangat mendongkrak tampilan M2 Note dari depan, 'tidak mainstream' menurut saya pribadi.
Berdimensi layaknya kebanyakan ponsel berlayar 5.5 inci masa kini dengan ukuran 150.9 x 75.2 x 8.7 mm, M2 Note masih nyaman digenggam (untuk ukuran 5.5 inci tentunya) dan dimasukkan ke dalam saku celana. Bobotnya yang hanya 149 gram, tergolong ringan untuk ponsel seukuran ini sehingga tak cepat melelahkan untuk dipegang berlama-lama. Tombol-tombol yang ada disekitarnya juga terasa ergonomis.
Bagian layarnya membuat saya penasaran ketika melihat speknya, karena Meizu menyematkan panel layar IGZO IPS 16M beresolusi Full HD 1080p pada ponsel ini. Cukup mengagetkan, mengingat jarang ponsel di rentang harga dibawah 2 juta rupiah yang menggunakan layar Full HD IPS. Kualitasnya tentu memuaskan dengan pixel yang rapat, karakter warna natural (tidak seperti layar AMOLED yang vivid), dan viewing angle sempurna seperti umumnya panel IPS, hanya saja level warna hitam tidak terlalu pekat. Responsivitas touchscreen juga patut diacungkan jempol, dan layar sudah terproteksi oleh kaca Dragontrail.

M2 Note berjalan dengan UI Flyme buatan Meizu sendiri, berbasiskan Lollipop 5.1. Setelah beberapa saat menggunakannya, saya mulai terbiasa dan ternyata UI Flyme ini menyenangkan juga mudah dioperasikan.
Lantas, bagaimana performa ponsel ini? Dengan chipset Mediatek MT6753 berisi prosesor 1.3 GHz Octacore Cortex-A53 dan GPU Mali-T720MP3, tak ada yang dapat dikeluhkan soal performa. Ia dapat menjalankan multitasking aplikasi sosial media terkini (path, instagram, line, whatsapp, askfm, dsb) hingga game berat seperti Asphalt 8 dan NFS No Limits tanpa hambatan sama sekali, dengan kualitas grafik memuaskan. Manajemen RAM yang dimilikinya juga sangat baik, multitasking berjalan mulus tanpa tersendat seperti biasanya ponsel yang berkapasitas RAM 2GB.
Pengujian performa dengan Antutu benchmark menghasilkan angka terhitung standar yaitu 31.000-an. Satu lagi, kelengkapan sensornya lumayan lengkap dengan kehadiran gyroscope yang tentu saja mendukung pengguna ber-VR (virtual reality) ria.
Di sektor kamera, Meizu memberikan kamera belakang 13 MP f/2.2 AF dan kamera depan 5 MP f/2.2 pada M2 Note. Dual-tone flash LED juga hadir menemani kamera belakangnya.
Aplikasi kamera bisa dibilang sangat lengkap fiturnya dan mudah digunakan. Berbagai mode yang jarang ditemukan pada ponsel lain dibawah 2 juta rupiah, seperti Slow motion dan manual mode, bisa ditemukan disini.
Yang paling menarik menurut saya adalah manual mode. Pengguna dapat mengatur shutter speed (dari 1/500 hingga 10s), ISO, dan mencari fokus secara manual, bak sebuah kamera DSLR (kecuali aperture yang fixed di f/2.2), dan tentu ini adalah nilai jual paling plus dari M2 note terutama bagi para pecinta fotografi mobile.
Bagaimana dengan performa kameranya? Dalam keadaan cahaya melimpah dan cahaya sedang, ia terbilang mumpuni. Warna yang dihasilkan natural, bintik-bintik alias noise tidak terdeteksi, ketajaman baik untuk kelasnya (tetap tidak bisa dibandingkan dengan kamera ponsel kelas atas), dan shutter speed termasuk cepat. Satu saja yang mengganjal, yaitu pengambilan fokus otomatis yang sedikit kurang cepat.
Memotret objek jarak dekat, masih memuaskan. Efek blur alias bokeh pada background tertampil dengan baik, dan objek terfokus detail. Satu yang mengganjal, adalah performa autofokusnya yang tidak begitu cepat sehingga harus sedikit sabar dan tangan harus stabil memegang ponsel.
Di kondisi pencahayaan yang cukup minim, detilnya mulai berkurang, warnanya sedikit memucat, dan noise bermunculan. Tentunya ini wajar untuk kamera ponsel dibawah 2 juta rupiah, namun saya sama sekali tak menyukai performa autofokusnya yang menjadi sangat lambat.
Kamera depan beresolusi 5MP nya mempunyai lensa wide angle, sehingga tampilan foto menjadi wide dan cocok untuk dipakai selfie beramai-ramai. Kualitasnya untuk sebuah kamera depan termasuk bagus, walaupun noise masih terlihat dan detail hanya di taraf cukup saja.
Kualitas speaker internal cenderung biasa saja (suara tidak kencang dan bertenaga), merupakan indikator bahwa ini bukanlah ponsel yang berharga mahal. Walaupun begitu, keluaran suara via earphone layak didengar dan ketika dipakai bertelepon suaranya jelas.
Di bagian baterai, kapasitas 3100 mAH di M2 Note bila digunakan untuk sehari-hari (mayoritas membuka sosial media) di jaringan 3G mampu bertahan sekitar 12-14 jam dengan screen-on time (SOT) 4-5 jam. Bagi saya, ini sudah termasuk ponsel yang irit baterai mengingat layarnya besar dan performanya gegas. Terlebih lagi, pengisian baterai dari habis hingga full cukup memakan waktu 2 jam saja sehingga tak perlu terlalu lama menunggu ponsel terisi penuh.
Meizu M2 Note mempunyai konfigurasi dual-sim card, namun SIM 2 bisa digantikan fungsinya menjadi microSD bila memori internal 16GB kurang. Ia juga mendukung jaringan 4G LTE di banyak frekuensi, sehingga bisa dipasangkan dengan semua operator 4G di Indonesia, termasuk Bolt dan Smartfren.
Kesimpulannya, Meizu M2 Note sangat layak untuk dipinang dan dijadikan ponsel utama. Model elegan, performa gegas, layar nyaman dipandang, kamera yang cukup baik di kelasnya, dual-SIM card, dukungan frekuensi jaringan 4G LTE lengkap, dan daya tahan baterai yang baik menjadi alasan kuat untuk membawanya pulang ke rumah. Namun, mungkin kekurangan seperti speaker biasa saja, autofokus pada kamera jauh dari kata gegas, dan layanan purnajual (service center) yang belum teruji mungkin juga menjadi pertimbangan anda dalam memilihnya meskipun sebagian kaum tak mempermasalahkan hal ini mengingat banderol harga dan spek yang ditawarkan.
*foto dan tulisan di atas adalah murni hasil karya penulis, mohon mencantumkan link sumber artikel juga ingin memuatnya di media lain
Belum ada tanggapan untuk "[Review] Meizu M2 Note Grey 16GB [Indonesia]"
Post a Comment