Review
Lenovo IdeaPad 100 -IBY14
Slim, Mumpuni, Murah Meriah
Lenovo IdeaPad 100 ini adalah laptop utama yang saya pakai untuk mengerjakan berbagai aktivitas. Dibeli di Carrefour seharga 3.380.000 rupiah dengan bonus sebuah modem USB SpeedUp 3.5G. Ia ditujukan untuk menggantikan laptop Lenovo Thinkpad X120e saya yang performanya sudah sangat lambat.
Diluncurkan pada bulan Agustus, Ideapad 100 ditujukan untuk orang yang membutuhkan laptop 14 inci namun berbudget pas-pasan, para pelajar/mahasiswa, dan kaum yang ingin laptop langsung bisa digunakan sejak baru dikeluarkan dari dus karena di dalamnya sudah terinstal Windows 8.1 original (tidak perlu menginstalasikan sistem operasi lagi).
Paket penjualannya cukup sederhana, hanya berisi laptop, tas laptop, charger (yang saya suka sekali karena berukuran ringkas dan ringan), dan buku-buku panduan serta kartu garansi.
Konstruksi laptop ini terbuat dari bahan plastik hitam doff, dan tidak ada yang terlihat spesial ataupun mahal. Namun, saya menyukai bahan yang digunakan karena tidak mudah meninggalkan noda dan goresan, juga bahan yang digunakan tergolong rapih & tidak ada kesan ringkih. Engsel juga kokoh, ketika laptop digoyang-goyangkan posisi layar tidak bergeser sama sekali. Dari segi bahan dan kualitas buatan, saya rasa tidak ada yang perlu diragukan dari Ideapad 100.
Bobot yang hanya sekitar 1.9 kilogram dan modelnya yang cukup tipis, juga menjadi poin plus. Biasanya, laptop 14 inci memiliki bobot yang jauh dari kata ringan, repot dibawa kemana-mana karena membuat beban tas menjadi berat. Namun tidak dengan yang satu ini, ketika dimasukkan ke dalam tas seperti membawa ultrabook 13 inci saja. Mengangkatnya dengan 1 tangan pun terasa mudah, dan sangat nyaman digunakan dengan cara dipangku ketika duduk.
Hanya saja, ketipisan dan ringannya bobot mengorbankan satu hal, yaitu DVD drive. Kelengkapan port nya pun menurut saya termasuk kurang, karena hanya 2 USB (3.0 dan 2.0), LAN, HDMI, port pengisian daya, dan slot kensington lock yang ia punya.
Keyboard yang digunakan berukuran full size layaknya laptop 14 inci, dan cukup nyaman digunakan berlama-lama. Responsnya baik, jarak tekan dan pantulannya pas, namun tetap kalah dibandingkan seri ThinkPad yang benar-benar sempurna keyboardnya. Touchpad cukup lebar, dengan 2 tombol klik terpisah yang benar-benar saya sukai dibanding laptop-laptop kebanyakan yang tombol kliknya menyatu dengan touchpad. Palm rest juga nyaman untuk menyandarkan tangan, dan bahannya dari plastik doff sehingga tidak mudah meninggalkan noda/goresan.
Ini adalah bagian yang saya paling tidak sukai, yaitu speaker. Berjumlah 1 buah saja dan kualitas suaranya seperti mendengarkan musik dari ponsel Tiongkok berharga 300 ribu rupiah, cempreng dan tidak kencang sama sekali. Mendengarkan musik menggunakan speaker eksternal atau earphone/headset adalah pilihan yang jauh lebih bijak dibandingkan speaker bawaan Ideapad 100 ini.
Bagian bawah terdiri dari 1 panel, sehingga cukup merepotkan jika ingin mengupgrade RAM atau hard disk, dikarenakan harus membuka seluruh baut yang terdapat di bawah. RAM nya sendiri terdiri dari 2 slot, sedangkan yang terisi hanya satu berjumlah 2GB. Ideapad 100 tidak menggunakan fan untuk mendinginkan suhu, alias menganut sistem pendinginan pasif. Baterai 3000mAh juga tidak bisa dilepas dari luar, melainkan tertanam di dalam.
Layar TN-panel beresolusi 1366x768 yang disematkan cukup baik, seperti laptop 14 inci kelas harga 3-5 juta biasanya. Warna mampu tertampil dengan apik, tidak terlihat pucat, dan level kecerahan pas. Sudut pandangnya bagus jika dilihat dari depan, samping kanan, dan kiri, namun menjadi blur ketika dilihat dari samping atas dan bawah.
Di atas layar terdapat sebuah webcam yang kualitasnya sangat menyedihkan dengan hasil gambar dan video yang blur, termasuk tidak layak digunakan kecuali terpaksa.
Mempunyai spesifikasi CPU Intel Celeron N2840 2.16 GHz (menjadi 2.55GHz ketika beban penuh), GPU Intel HD Graphics, RAM 2GB DDR3 dan HDD 500GB, termasuk standar di harga 3 jutaan.
Performanya ketika digunakan untuk tugas sehari-hari seperti browsing dengan banyak tab terbuka bersamaan, mengetik, mendengarkan musik, menonton video Full HD baik streaming/offline, download file berukuran besar, menjalankan software Photoshop CS3 dan Fruity Loops 12, masih sangat mumpuni dan jauh dari kata lag. Digunakan mengedit video Full HD dengan Sony Movie Studio Platinum 13, proses pengeditan berjalan sangat lancar namun rendering Full HD memakan waktu cukup lama.
(catatan : semua kegiatan di atas dilakukan dengan mode High Performance. Jika dengan Power Saver terjadi lag yang kadang mengganggu ketika browsing dengan banyak tab atau multitasking antar program, namun daya tahan baterai lebih baik)
Menjalankan game seperti FIA WRC 2 (1366x768, setting normal), Need For Speed Underground 2 (setting high, resolusi tertinggi), Dynasty Warrior 6 (setting standar), GTA San Andreas (1280x768, setting medium, viewing distance full), Prototype (settingan low), Left 4 Dead 2 (setting low, resolusi full), The Walking Dead, dapat berjalan lancar.
Namun ketika diuji untuk memainkan GTA IV (setting terendah), I Am Bread (tidak ada setting yang bisa dipilih), dan Alan Wake's American Nightmare (setting terendah), laptop ini tidak mampu menjalankannya dengan baik. Tentunya, hal ini sangat wajar mengingat spek yang ditawarkan sama sekali tidak ditujukan untuk kegiatan gaming berat, namun setidaknya mampu menjalankan game yang sedikit lawas dengan lancar untuk menghilangkan suntuk.

Walaupun tanpa fan, namun laptop tetap terasa adem dengan suhu sekitar 45-53 celsius ketika digunakan untuk browsing, mengetik, menonton video, dan pekerjaan ringan lainnya. Mulai terasa hangat ketika digunakan merender video dan memainkan game cukup lama, namun belum masuk ke tahap panas. Berkat absennya fan pendingin pada Ideapad 100, ia tidak mengeluarkan suara berisik sama sekali saat digunakan. Saya hanya bisa mendengar suara hard disk berputar ketika menempelkan kuping ke bodi bagian bawah, selebihnya tak akan terdengar walaupun di dalam ruangan hening.
Konsumsi baterai nya tergolong memuaskan untuk laptop berukuran 14 inci. Digunakan untuk browsing dan mengetik sambil mendengarkan musik menggunakan wifi, baterainya mampu bertahan sekitar 4.5-5 jam dengan setelan mode High Performance. Jika menggunakan mode Power Saver, 5-5.5 jam bisa didapat sebelum laptop kehabisan daya. Sedangkan digunakan gaming terus menerus, baterai dapat bertahan 3-3.5 jam sebelum habis total, termasuk irit mengingat kapasitas baterainya hanya 3000 mAh.
Satu lagi yang menyenangkan, pengisian daya dengan charger bawaan termasuk cepat, seperti ThinkPad X120e saya terdahulu. Jika diisi dari keadaan baterai habis total, tidak sampai 2 jam baterai telah kembali menunjukkan angka 100%.
Kesimpulannya, dengan harga yang murah dan kualitas serta spek yang ideal, Ideapad 100 ini patut anda pertimbangkan untuk dipinang. Ia sudah dilengkapi Windows 8.1 Original, mempunyai bobot yang ringan, built quality kokoh, keyboard yang nyaman, layar cukup baik, mempunyai daya tahan baterai baik dan pengisian baterai cepat. Namun, speaker yang jelek, ketiadaan DVD drive, port VGA, dan port USB yang hanya berjumlah 2 buah mungkin adalah kekurangan yang akan menjadi pertimbangan anda dalam memilihnya.
*semua tulisan dan foto di atas adalah murni sepenuhnya karya penulis, mohon mencantumkan sumber apabila ingin memuatnya di media lain.
Belum ada tanggapan untuk "[REVIEW] Laptop Lenovo IdeaPad 100 - IBY14 N2840 [Indonesia]"
Post a Comment